Diana Hernawati - Nama Orang; Rinaldi Rizal Putra - Nama Orang;
E-book Tumbuhan Lalapan Masyarakat Sunda
BRIN · 2022
Penilaian
0,0
dari 5Informasi Detail Buku
ISBN/ISSN
9786238052172
Penerbit
BRIN
Tahun Terbit
2022
Halaman
xvi hlm. + 212 hlm.; 14,8 × 21 cm
Bahasa
Indonesia
Klasifikasi
641.35
Edisi
Cet. 1
No. Panggil
641.35 HER t
Sinopsis
Pemanfaatan tumbuhan oleh manusia telah dilakukan sejak lama dan pengetahuan tentang cara memanfaatkan serta pengolahannya dilakukan secara turun temurun. Pemanfaatan tumbuhan dilakukan untuk berbagai keperluan, seperti untuk pengobatan, bahan pangan, keperluan sandang, membangun rumah, dan sebagainya. Pemanfaatan tersebut dilakukan semata-mata karena manusia menyadari bahwa tumbuhan memiliki potensi yang sangat besar sebagai penunjang hidup manusia yang tidak dapat dipisahkan sama sekali.
Masyarakat Sunda yang identik mendiami sebagian besar wilayah di Provinsi Jawa Barat telah sejak lama memanfaatkan tumbuhan terutama sebagai tumbuhan sumber pangan. Meskipun perubahan sturktur penduduk dan geografis banyak yang beralih dari pedesaan ke perkotaan, nyatanya kebutuhan masyarakat Sunda terhadap tumbuhan tetap tidak dapat tergantikan. Selain sebagai sumber pangan utama (seperti beras dan jagung), tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Sunda juga dimanfaatkan sebagai sayuran segar yang dikenal dengan istilah lalap (lalab).
Pemanfaatan tumbuhan sebagai lalap oleh masyarakat Sunda menjadi sebuah keunikan tersendiri, karena beberapa daerah di Indonesia, masyarakat Sunda menjadi salah satu yang secara dominan memanfaatkan tumbuhan tertentu untuk dikonsumsi secara langsung. Dukungan dari aspek geografis dan kondisi tanah yang subur menjadi salah satu faktor pendukung yang menjadikan keberadaan tumbuhan yang dapat dikonsumsi secara langsung sangat melimpah di Jawa Barat. Namun demikian, adanya pergeseran gaya hidup masyarakat Sunda ke arah modernisasi menjadi salah satu faktor yang sedikit demi sedikit mengikis pola kebiasaan masyarakat Sunda dalam mengonsumsi tumbuhan sebagai lalapan. Hal lainnya yang memengaruhi pola kebiasaan masyarakat Sunda modern dalam mengonsumsi tumbuhan sebagai lalap adalah faktor pembiasaan di lingkungan keluarga. Tidak semua keluarga pada masyarakat Sunda membiasakan pengonsumsian tumbuhan sebagai lalap untuk dihidangkan pada makanan sehari-hari. Oleh sebab itu, diperlukan suatu langkah penting dan strategis yang harus dilakukan agar pengetahuan mengenai berbagai jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai lalap ini diketahui dan dilakukan pembiasaan pengonsumsiannya oleh masyarakat Sunda modern.
Salah satu upaya penting dan strategis yang dapat dilakukan adalah melakukan inventarisasi dan mendokumentasikan serta meneliti berbagai potensi tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai lalap. Berbagai langkah yang dilakukan ini pada dasarnya mampu mendorong masyarakat Sunda modern khususnya para generasi muda dalam mengetahui dan memahami berbagai potensi tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai lalap, sehingga diharapkan dapat dijadikan sebagai modal untuk mengembangkan tumbuhan berpotensi lalapan ke arah yang prospektif. Mengingat, pengetahuan mengenai tumbuhan lalap adalah warisan leluhur masyarakat Sunda dalam menjaga kesehatan melalui pola konsumsi sehari-hari.
Masyarakat Sunda yang identik mendiami sebagian besar wilayah di Provinsi Jawa Barat telah sejak lama memanfaatkan tumbuhan terutama sebagai tumbuhan sumber pangan. Meskipun perubahan sturktur penduduk dan geografis banyak yang beralih dari pedesaan ke perkotaan, nyatanya kebutuhan masyarakat Sunda terhadap tumbuhan tetap tidak dapat tergantikan. Selain sebagai sumber pangan utama (seperti beras dan jagung), tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Sunda juga dimanfaatkan sebagai sayuran segar yang dikenal dengan istilah lalap (lalab).
Pemanfaatan tumbuhan sebagai lalap oleh masyarakat Sunda menjadi sebuah keunikan tersendiri, karena beberapa daerah di Indonesia, masyarakat Sunda menjadi salah satu yang secara dominan memanfaatkan tumbuhan tertentu untuk dikonsumsi secara langsung. Dukungan dari aspek geografis dan kondisi tanah yang subur menjadi salah satu faktor pendukung yang menjadikan keberadaan tumbuhan yang dapat dikonsumsi secara langsung sangat melimpah di Jawa Barat. Namun demikian, adanya pergeseran gaya hidup masyarakat Sunda ke arah modernisasi menjadi salah satu faktor yang sedikit demi sedikit mengikis pola kebiasaan masyarakat Sunda dalam mengonsumsi tumbuhan sebagai lalapan. Hal lainnya yang memengaruhi pola kebiasaan masyarakat Sunda modern dalam mengonsumsi tumbuhan sebagai lalap adalah faktor pembiasaan di lingkungan keluarga. Tidak semua keluarga pada masyarakat Sunda membiasakan pengonsumsian tumbuhan sebagai lalap untuk dihidangkan pada makanan sehari-hari. Oleh sebab itu, diperlukan suatu langkah penting dan strategis yang harus dilakukan agar pengetahuan mengenai berbagai jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai lalap ini diketahui dan dilakukan pembiasaan pengonsumsiannya oleh masyarakat Sunda modern.
Salah satu upaya penting dan strategis yang dapat dilakukan adalah melakukan inventarisasi dan mendokumentasikan serta meneliti berbagai potensi tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai lalap. Berbagai langkah yang dilakukan ini pada dasarnya mampu mendorong masyarakat Sunda modern khususnya para generasi muda dalam mengetahui dan memahami berbagai potensi tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai lalap, sehingga diharapkan dapat dijadikan sebagai modal untuk mengembangkan tumbuhan berpotensi lalapan ke arah yang prospektif. Mengingat, pengetahuan mengenai tumbuhan lalap adalah warisan leluhur masyarakat Sunda dalam menjaga kesehatan melalui pola konsumsi sehari-hari.
Ketersediaan
#
Perpustakaan SMA Kolese Loyola Semarang
641.35 HER t 000943-eB-0122
000943-eB-0122
Tersedia
Lampiran Berkas
Rekomendasi Buku Lainnya
0 BukuTidak ada rekomendasi buku yang ditemukan.