Yus Rusila Noor - Nama Orang; M. Khazali - Nama Orang; I.N.N. Suryadiputra - Nama Orang;
E-book Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia
Wetlands International – Indonesia Programme, ·
Penilaian
0,0
dari 5Informasi Detail Buku
ISBN/ISSN
9799589908
Penerbit
Wetlands International – Indonesia Programme,
Halaman
228 hlm
Bahasa
Indonesia
Klasifikasi
577.6
No. Panggil
577.6 NOO p
Sinopsis
Umumnya mangrove dapat ditemukan di seluruh kepulauan Indonesia (Gambar 1).
Mangrove terluas terdapat di Irian Jaya sekitar 1.350.600 ha (38%), Kalimantan 978.200
ha (28 %) dan Sumatera 673.300 ha (19%) (Dit. Bina Program INTAG, 1996). Di daerahdaerah ini dan juga daerah lainnya, mangrove tumbuh dan berkembang dengan baik
pada pantai yang memiliki sungai yang besar dan terlindung. Walaupun mangrove dapat
tumbuh di sistem lingkungan lain di daerah pesisir, perkembangan yang paling pesat
tercatat di daerah tersebut.
Tumbuhan mangrove memiliki kemampuan khusus untuk beradaptasi dengan kondisi
lingkungan yang ekstrim, seperti kondisi tanah yang tergenang, kadar garam yang
tinggi serta kondisi tanah yang kurang stabil. Dengan kondisi lingkungan seperti itu,
beberapa jenis mangrove mengembangkan mekanisme yang memungkinkan secara
aktif mengeluarkan garam dari jaringan, sementara yang lainnya mengembangkan sistem
akar napas untuk membantu memperoleh oksigen bagi sistem perakarannya. Dalam
hal lain, beberapa jenis mangrove berkembang dengan buah yang sudah berkecambah
sewaktu masih di pohon induknya (vivipar), seperti Kandelia, Bruguiera, Ceriops dan
Rhizophora.
Mangrove terluas terdapat di Irian Jaya sekitar 1.350.600 ha (38%), Kalimantan 978.200
ha (28 %) dan Sumatera 673.300 ha (19%) (Dit. Bina Program INTAG, 1996). Di daerahdaerah ini dan juga daerah lainnya, mangrove tumbuh dan berkembang dengan baik
pada pantai yang memiliki sungai yang besar dan terlindung. Walaupun mangrove dapat
tumbuh di sistem lingkungan lain di daerah pesisir, perkembangan yang paling pesat
tercatat di daerah tersebut.
Tumbuhan mangrove memiliki kemampuan khusus untuk beradaptasi dengan kondisi
lingkungan yang ekstrim, seperti kondisi tanah yang tergenang, kadar garam yang
tinggi serta kondisi tanah yang kurang stabil. Dengan kondisi lingkungan seperti itu,
beberapa jenis mangrove mengembangkan mekanisme yang memungkinkan secara
aktif mengeluarkan garam dari jaringan, sementara yang lainnya mengembangkan sistem
akar napas untuk membantu memperoleh oksigen bagi sistem perakarannya. Dalam
hal lain, beberapa jenis mangrove berkembang dengan buah yang sudah berkecambah
sewaktu masih di pohon induknya (vivipar), seperti Kandelia, Bruguiera, Ceriops dan
Rhizophora.
Ketersediaan
#
Perpustakaan SMA Kolese Loyola Semarang
577.6 NOO p 002495-eB-0122
002495-eB-0122
Tersedia
Lampiran Berkas
Rekomendasi Buku Lainnya
0 BukuTidak ada rekomendasi buku yang ditemukan.