Arswendo Atmowiloto - Nama Orang;
3 Cinta 1 Pria
Gramedia Pustaka Utama · 2008
Penilaian
0,0
dari 5Informasi Detail Buku
ISBN/ISSN
9789792240740
Penerbit
Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit
2008
Halaman
294 hlm, 13,5 x 20 cm
Bahasa
Indonesia
Klasifikasi
899.221
No. Panggil
899.221 ARS t
Subjek
Sinopsis
Bong jatuh cinta pada gadis yang dipanggil Keka. Itu biasa, karena selama ini ada lelaki lain yang juga naksir Keka. Juga biasa, kalau cinta menggebu sekaligus ragu tak berakhir di pernikahan. Yang tak biasa, Keka memberi nama anak perempuannya keka juga. Ternyata keka generasi kedua ini tertarik pada Bong, walau ia hamil dengan lelaki lain. Bong menyelamatkan bayi yang nyaris digugurkan. Bayi itu dipanggil Keka Siang, karena lahirnya siang hari. Yang tidak biasa juga, Keka Siang itu ketika remaja tertarik juga pada Bong. Sempat pacaran. (Kalau tak salah malah tinggal bersama.)
Ketika mengetahui hal ini, Keka yang sudah menjadi nenek marah besar. Sang cucu tak peduli. Bong baru tahu bahwa Keka Siang adalah bayi yang pernah ditolong saat kelahirannya, ketika bertemu kekasihnya yang sudah tua, sudah menopause, tapi masih bisa cemburu. (Kalau tak salah juga sakit-sakitan).
Bong bertemu dengan Keka, dan salingh bercerita : dulu saat mereka pacaran takut sama orangtua, lalu takut diketahui anak, kemudian sekali takut ditertawakan cucu. (Kalau tak salah tersiratkan juga persaingan, juga pilihan karena Keka generasi ketiga ini akan bunuh diri kalau tidak jadi sama Bong).
Diantara pohon gede, ikan lele, itik, juga pohon talok, (kalua tak salah ada juga peluru), cinta menemukan bentuknya ketika bisa memberi makna.
Meskipun kalau ditanyakan kepada Bong siapa nama Keka yang sebenarnya, Bong mungkin tak tahu. Atau juga Keka tak tahu apakah Bong itu nama singkatan dari nama Kecebong atau Bongkaran.
Kalau tak salah, cinta memang tak menuntut tahu banyak atau sedikit, menikah atau berpisah, nenek atau cucu.
Ketika mengetahui hal ini, Keka yang sudah menjadi nenek marah besar. Sang cucu tak peduli. Bong baru tahu bahwa Keka Siang adalah bayi yang pernah ditolong saat kelahirannya, ketika bertemu kekasihnya yang sudah tua, sudah menopause, tapi masih bisa cemburu. (Kalau tak salah juga sakit-sakitan).
Bong bertemu dengan Keka, dan salingh bercerita : dulu saat mereka pacaran takut sama orangtua, lalu takut diketahui anak, kemudian sekali takut ditertawakan cucu. (Kalau tak salah tersiratkan juga persaingan, juga pilihan karena Keka generasi ketiga ini akan bunuh diri kalau tidak jadi sama Bong).
Diantara pohon gede, ikan lele, itik, juga pohon talok, (kalua tak salah ada juga peluru), cinta menemukan bentuknya ketika bisa memberi makna.
Meskipun kalau ditanyakan kepada Bong siapa nama Keka yang sebenarnya, Bong mungkin tak tahu. Atau juga Keka tak tahu apakah Bong itu nama singkatan dari nama Kecebong atau Bongkaran.
Kalau tak salah, cinta memang tak menuntut tahu banyak atau sedikit, menikah atau berpisah, nenek atau cucu.
Ketersediaan
#
Perpustakaan SMA Kolese Loyola Semarang
899.221 ARS t 000146-S-0122
000146-S-0122
Tersedia
Rekomendasi Buku Lainnya
0 BukuTidak ada rekomendasi buku yang ditemukan.