Stephen Hawking - Nama Orang; Zia ANSHOR - Nama Orang;
Sejarah singkat waktu = A brief history of time
Gramedia · 2018
Penilaian
0,0
dari 5Informasi Detail Buku
ISBN/ISSN
9789792292121
Penerbit
Gramedia
Tahun Terbit
2018
Halaman
xi + 290 hlm.; illus. 13,5 x 20 cm
Bahasa
Indonesia
Klasifikasi
502
Edisi
cet. 4
No. Panggil
502 HAW s
Subjek
Sinopsis
Stephen Hawking menjelaskan sejarah terbentuknya ruang dan waktu serta keterkaitannya dengan alam semesta melalui ilmu fisika.
Untuk menjelaskan ruang dan waktu ini, Stephen Hawking mulai dari awal pemikir-pemikir hebat dari masa lampau yang sedang melakukan pemikiran luar biasa mengenai bentuk dan gambaran alam semesta ini.
Mulai dari Aristoteles (340 SM) dengan teori bahwa bumi itu berbentuk bola sehingga mendobrak anggapan bahwa bumi itu datar seperti lempengan yang berada diatas punggung kura-kura raksasa.
Hingga teori itu diperhalus dan dipertajam oleh Ptolomeus (abad ke 2) dan Nikolas Kopernikus (tahun 1514) serta Galileo Galilei (tahun 1623).
Dari gambaran alam semesta ini akhirnya berkembang dan muncul ilmu fisika yang membuka tabir misteri alam semesta. Tokoh yang mengulik ilmu fisika tersebut dimulasi dari Issac Newton (tahun 1687) hingga Albert Einstein (tahun 1950).
Dua poin yang menarik di buku ini yaitu pertama adalah pernyataan St. Agustinus "....waktu adalah bagian alam semesta yang Tuhan ciptakan dan waktu tidak sebelum permulaan alam semesta..." (halaman 9)
Dan yang kedua pada halaman ke-40 yaitu mengenai teori yang menyatakan bahwa jika alam semesta ini statis maka lama-kelamaan akan menyusut karena pengaruh gravitasi. Namun ternyata sebenarnya alam semesta tidak statis, alam semesta mengembang jarak antar berbagai galaksi selalu berubah dengan kecepatan tertentu. Kecepatan atau laju tertentu ini sangat presisi, yaitu jika mengembangnya lambat maka pengerutan akan mterjadi oleh kekuatan gravitasi. Namun jika pengembangannya melebihi batas laju tertentu, gravitasi tak bakal kuat menahannya dan alam semesta akan terus mengembang selamanya.
Waktu bukanlah sesuatu yang kekal. Sehingga secara teori orang dapat pergi ke masa lalu. Juga orang dapat bepergian ke tempat yang sangat jauh dalam waktu yang sangat singkat berdasarkan teori relativitas umum yang memperkenankan apa yang disebut jembatan atau yang sekarang dikenal sebagai lubang cacing.
Untuk menjelaskan ruang dan waktu ini, Stephen Hawking mulai dari awal pemikir-pemikir hebat dari masa lampau yang sedang melakukan pemikiran luar biasa mengenai bentuk dan gambaran alam semesta ini.
Mulai dari Aristoteles (340 SM) dengan teori bahwa bumi itu berbentuk bola sehingga mendobrak anggapan bahwa bumi itu datar seperti lempengan yang berada diatas punggung kura-kura raksasa.
Hingga teori itu diperhalus dan dipertajam oleh Ptolomeus (abad ke 2) dan Nikolas Kopernikus (tahun 1514) serta Galileo Galilei (tahun 1623).
Dari gambaran alam semesta ini akhirnya berkembang dan muncul ilmu fisika yang membuka tabir misteri alam semesta. Tokoh yang mengulik ilmu fisika tersebut dimulasi dari Issac Newton (tahun 1687) hingga Albert Einstein (tahun 1950).
Dua poin yang menarik di buku ini yaitu pertama adalah pernyataan St. Agustinus "....waktu adalah bagian alam semesta yang Tuhan ciptakan dan waktu tidak sebelum permulaan alam semesta..." (halaman 9)
Dan yang kedua pada halaman ke-40 yaitu mengenai teori yang menyatakan bahwa jika alam semesta ini statis maka lama-kelamaan akan menyusut karena pengaruh gravitasi. Namun ternyata sebenarnya alam semesta tidak statis, alam semesta mengembang jarak antar berbagai galaksi selalu berubah dengan kecepatan tertentu. Kecepatan atau laju tertentu ini sangat presisi, yaitu jika mengembangnya lambat maka pengerutan akan mterjadi oleh kekuatan gravitasi. Namun jika pengembangannya melebihi batas laju tertentu, gravitasi tak bakal kuat menahannya dan alam semesta akan terus mengembang selamanya.
Waktu bukanlah sesuatu yang kekal. Sehingga secara teori orang dapat pergi ke masa lalu. Juga orang dapat bepergian ke tempat yang sangat jauh dalam waktu yang sangat singkat berdasarkan teori relativitas umum yang memperkenankan apa yang disebut jembatan atau yang sekarang dikenal sebagai lubang cacing.
Ketersediaan
#
Perpustakaan SMA Kolese Loyola Semarang
502 HAW s 008174-B-0118
008174-B-0118
Tersedia
Rekomendasi Buku Lainnya
0 BukuTidak ada rekomendasi buku yang ditemukan.