Bradley R. Simpson - Nama Orang;
Economists with guns : Amerika Serikat, CIA, dan munculnya pembangunan otoriter rezim orde baru = Economists with guns : Authoritarian Dvelopment an USA - Indonesia relaions 1960-1968
Gramedia · 2010
Penilaian
0,0
dari 5Informasi Detail Buku
ISBN/ISSN
9789792265108
Penerbit
Gramedia
Tahun Terbit
2010
Halaman
ix + 455 hlm. 15 x 23 cm
Bahasa
Indonesia
Klasifikasi
306.2
Edisi
cet. 1
No. Panggil
306.2 SIM e
Subjek
Sinopsis
Pada masa Eisenhower, AS berupaya mengubah arah politik Indonesia dan menggulingkan Sukarno yang cenderung sosialis. CIA secara diam-diam menyalurkan senjata untuk para jenderal yang melancarkan serangkaian pemberontakan regional. Selama Perang Dingin, tujuan utama bantuan AS kepada Indonesia bersifat politis: memperkuat kepemimpinan militer yang antikomunis karena AS amat mengkhawatirkan manuver Soviet. CIA terus menekan lebih jauh dengan menggelar aksi-aksi rahasia yang mendasari gerakan "kudeta" militer 1965 yang didukung pemerintahan Johnson.
Selain ingin menjadikan Indonesia antikomunis, Pemerintahan Kennedy dan Johnson berkomitmen terhadap pembangunan ekonomi yang dikawal oleh militer. Kebijakan AS periode 1960-an ini muncul dari gagasan tentang modernisasi yang dikawal militer yang dikembangkan oleh para intelektual terkemuka dan para analis RAND Corporation. Mereka meyakini bahwa militer di negara dunia ketiga layak memegang tampuk kekuasaan karena militer merupakan instrumen paling efektif untuk menjaga ketertiban dan stabilitas dan selanjutnya mendorong pembangunan serta pertumbuhan ekonomi.
Washington terus mendukung pemerintahan otoriter di Indonesia, sekaligus bergantung pada kekuatan bersenjata sebagai penjamin stabilitas ekonomi dan politik negara itu. Kebijakan ini menentukan hubungan AS dengan Jakarta selama tiga puluh tahun kemudian dan amat memperngaruhi perjalanan sejarah Indonesia. Selain mengupas prosesserta dampak model pembangunan ekonomi otoritarian tersebut, Simpson juga memaparkan kekeliruan teori modernisasi militer yang menghambat upaya pencarian demokrasi serta pembangunan yang independen pasca-Perang Dingin, dan bahkan memperparah sebagian masalah utama Indonesia: korupsi, lemahnya masyarakat madani, impunitas, dan budaya kekerasan militer.
***
"Berdasarkan dokumen-dokumen pemerintah AS yang selama ini dirahasiakan, kajian mendetail ini menghadirkan pemahaman baru mengenai banyak peristiwa yang tidak diketahui umum. Buku ini merupakan sebuah sumbangan berharga bagi kajian sejarah Indonesia pascakolonial dan diplomasi Perang Dingin ASdan akan menjadi rujukan penting hingga bertahun-tahun mendatang."
--John Roosa, University of British Columbia
Selain ingin menjadikan Indonesia antikomunis, Pemerintahan Kennedy dan Johnson berkomitmen terhadap pembangunan ekonomi yang dikawal oleh militer. Kebijakan AS periode 1960-an ini muncul dari gagasan tentang modernisasi yang dikawal militer yang dikembangkan oleh para intelektual terkemuka dan para analis RAND Corporation. Mereka meyakini bahwa militer di negara dunia ketiga layak memegang tampuk kekuasaan karena militer merupakan instrumen paling efektif untuk menjaga ketertiban dan stabilitas dan selanjutnya mendorong pembangunan serta pertumbuhan ekonomi.
Washington terus mendukung pemerintahan otoriter di Indonesia, sekaligus bergantung pada kekuatan bersenjata sebagai penjamin stabilitas ekonomi dan politik negara itu. Kebijakan ini menentukan hubungan AS dengan Jakarta selama tiga puluh tahun kemudian dan amat memperngaruhi perjalanan sejarah Indonesia. Selain mengupas prosesserta dampak model pembangunan ekonomi otoritarian tersebut, Simpson juga memaparkan kekeliruan teori modernisasi militer yang menghambat upaya pencarian demokrasi serta pembangunan yang independen pasca-Perang Dingin, dan bahkan memperparah sebagian masalah utama Indonesia: korupsi, lemahnya masyarakat madani, impunitas, dan budaya kekerasan militer.
***
"Berdasarkan dokumen-dokumen pemerintah AS yang selama ini dirahasiakan, kajian mendetail ini menghadirkan pemahaman baru mengenai banyak peristiwa yang tidak diketahui umum. Buku ini merupakan sebuah sumbangan berharga bagi kajian sejarah Indonesia pascakolonial dan diplomasi Perang Dingin ASdan akan menjadi rujukan penting hingga bertahun-tahun mendatang."
--John Roosa, University of British Columbia
Ketersediaan
#
Perpustakaan SMA Kolese Loyola Semarang
306.2 SIM e 008224-B-0118
008224-B-0118
Tersedia
Rekomendasi Buku Lainnya
0 BukuTidak ada rekomendasi buku yang ditemukan.