Evariny Andriana - Nama Orang; Deesis Edith Mesiani - Nama Orang;
Addie MS
BIP Kelompok Gramedia · 2019
Penilaian
0,0
dari 5Informasi Detail Buku
ISBN/ISSN
9786024834678
Penerbit
BIP Kelompok Gramedia
Tahun Terbit
2019
Halaman
449 hlm.; illus. 15 x 23 cm
Bahasa
Indonesia
Klasifikasi
153.2
Edisi
cet. 1
No. Panggil
153.2 AND a
Subjek
Sinopsis
Addie kecil adalah anak yang lumayan bandel, tetapi dia setia kawan. Jika ada kawannya yang dibully atau dimusuhi, dia tak takut untuk pasang badan membela temannya. Maka dia beberapa kali terlibat perkelahian dengan teman sekolahnya. Menginjak remaja, di SMA Addie sering diadakan festival menyanyi, jadi banyak teman sekolah/alumni sekolahnya yang akhirnya sukses menjadi penyanyi atau musisi, seperti Ikang Fawzi, Memes, dll.
Addie memiliki passion yang sangat kuat di bidang musik. Dia tidak ingin terbelenggu oleh sistem sekolah yang kaku. Dia memutuskan untuk tidak kuliah, dan alih-alih, dia mengejar passionnya di bidang musik dengan belajar musik secara autodidak dan mengikuti kelas-kelas dari para pakar musik. Tentu saja semula orangtuanya sangat menentang, karena pendidikan adalah suatu yang penting, dan terutama ayahnya ingin Addie menjadi pengusaha meneruskan bisnis keluarga.
Namun, Addie selalu konsisten dan tekun mengejar passionnya di bidang musik, dari menjadi penata musik, membuat jingle iklan, dan akhirnya dia menekuni musik orkestra, yang jarang sekali ada di Indonesia. Dia bersama Indra Bakrie, dan beberapa rekan mendirikan Twilite Orchestra, yang terus bertahan sampai sekarang hingga ulang tahun Twiliite Orkestra ke-25 tahun ini. Buku ini juga menandai 40 tahun kiprah Addie di dunia musik.
Buku ini diharapkan oleh Addie dapat menginspirasi kaum muda untuk tekun mengejar passion-nya demi kebahagiaan, karena hidup hanya sekali, manusia harus menemukan kebahagiaannya. Bahagia Addie adalah di dalam musik. Temukan passion-mu dan hiduplah bahagia....
Addie memiliki passion yang sangat kuat di bidang musik. Dia tidak ingin terbelenggu oleh sistem sekolah yang kaku. Dia memutuskan untuk tidak kuliah, dan alih-alih, dia mengejar passionnya di bidang musik dengan belajar musik secara autodidak dan mengikuti kelas-kelas dari para pakar musik. Tentu saja semula orangtuanya sangat menentang, karena pendidikan adalah suatu yang penting, dan terutama ayahnya ingin Addie menjadi pengusaha meneruskan bisnis keluarga.
Namun, Addie selalu konsisten dan tekun mengejar passionnya di bidang musik, dari menjadi penata musik, membuat jingle iklan, dan akhirnya dia menekuni musik orkestra, yang jarang sekali ada di Indonesia. Dia bersama Indra Bakrie, dan beberapa rekan mendirikan Twilite Orchestra, yang terus bertahan sampai sekarang hingga ulang tahun Twiliite Orkestra ke-25 tahun ini. Buku ini juga menandai 40 tahun kiprah Addie di dunia musik.
Buku ini diharapkan oleh Addie dapat menginspirasi kaum muda untuk tekun mengejar passion-nya demi kebahagiaan, karena hidup hanya sekali, manusia harus menemukan kebahagiaannya. Bahagia Addie adalah di dalam musik. Temukan passion-mu dan hiduplah bahagia....
Ketersediaan
#
Perpustakaan SMA Kolese Loyola Semarang
153.2 AND a 008281-B-0119
008281-B-0119
Tersedia
Rekomendasi Buku Lainnya
0 BukuTidak ada rekomendasi buku yang ditemukan.