Ahmad Tohari - Nama Orang;
Ronggeng dukuh paruk
Gramedia · 2018
Penilaian
0,0
dari 5Informasi Detail Buku
ISBN/ISSN
9786020613772
Penerbit
Gramedia
Tahun Terbit
2018
Halaman
406 hlm. 15 x 21 cm
Bahasa
Indonesia
Klasifikasi
899.221
Edisi
cet. 14
No. Panggil
899.221 TOH r
Subjek
Sinopsis
Semangat Dukuh Paruk kembali menggeliat sejak Srinil dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang lalu. Bagi pendukuhan yang kecil, miskin, terpencil, dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya, dukuh itu merasa kehilangan jati diri. Dengan segera Srintil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandrungi. Cantik dan menggoda, semua ingin pernah bersama ronggeng itu. Dari kaula biasa hingga pejabat desa maupun kabupaten.
Namun malapetaka politik tahun 1965 membuat dukuh tersebut hancur, baik secara fisik maupun mental. Karena kebodohannya, mereka terbawa arus dan divonis sebagai manusia-manusia yang telah mengguncangkan negara ini. Pendukuhan itu dibakar. Ronggeng beserta para penabuh calungnya ditahan. Hanya karena kecantikannyalah Srintil tidak diperlakukan semena-mena oleh para penguasa di penjara itu.
Namun pengalaman pahit sebagai tahanan polirik membuat Srintil sadar akan harkatnya sebagai manusia. Karea itu setelah bebas, ia berniat memperbaiki citra. Dan ketika Bajus muncul dalam hidupnya, seperci harapan timbul, harapan yang makin lama makin membuncah. Tapi, ternyata Srintil kembali terempas, kali ini bahkan membuat jiwanya hancur berantakan, tanpa harkat secuil pun...
Novel ini merupakan penyatuan trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dinihari, dan jentera bianglala egan memasukkan kembali bagian-bagian yang tersensor selama 22 tahun.
Namun malapetaka politik tahun 1965 membuat dukuh tersebut hancur, baik secara fisik maupun mental. Karena kebodohannya, mereka terbawa arus dan divonis sebagai manusia-manusia yang telah mengguncangkan negara ini. Pendukuhan itu dibakar. Ronggeng beserta para penabuh calungnya ditahan. Hanya karena kecantikannyalah Srintil tidak diperlakukan semena-mena oleh para penguasa di penjara itu.
Namun pengalaman pahit sebagai tahanan polirik membuat Srintil sadar akan harkatnya sebagai manusia. Karea itu setelah bebas, ia berniat memperbaiki citra. Dan ketika Bajus muncul dalam hidupnya, seperci harapan timbul, harapan yang makin lama makin membuncah. Tapi, ternyata Srintil kembali terempas, kali ini bahkan membuat jiwanya hancur berantakan, tanpa harkat secuil pun...
Novel ini merupakan penyatuan trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dinihari, dan jentera bianglala egan memasukkan kembali bagian-bagian yang tersensor selama 22 tahun.
Ketersediaan
#
Perpustakaan SMA Kolese Loyola Semarang
899.221 TOH r 008337-B-0120
008337-B-0120
Tersedia
Rekomendasi Buku Lainnya
0 BukuTidak ada rekomendasi buku yang ditemukan.