Siswanto - Nama Orang; M Sidik - Nama Orang;
E-Book Indonesia dan Diplomasi Irian Barat 1949–1962: Memanfaatkan Perang Dingin
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) · 2020
Penilaian
0,0
dari 5Informasi Detail Buku
ISBN/ISSN
978-602-496-184-8
Penerbit
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Tahun Terbit
2020
Halaman
xvi + 212 hlm. 2,12 MB
Bahasa
Indonesia
Klasifikasi
959.802
No. Panggil
959.802 SIS i
Subjek
Sinopsis
Sejarah diplomasi Indonesia dalam sengketa Irian Barat mengungkap peristiwa-peristiwa penting atau fakta sejarah yang berharga untuk dipelajari, misalnya peristiwa sekitar penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia yang melibatkan sejumlah pelaku sejarah, di antaranya Ketua Delegasi Belanda Van Maarseven dan Ketua Delegasi Indonesia Moh. Hatta. Indonesia memanfaatkan situasi Perang Dingin dengan melakukan diplomasi kepada Amerika Serikat maupun Uni Soviet, yang merupakan pelaku utama Perang Dingin, untuk mendapatkan dukungan yang signifikan kepada Indonesia dalam penyelesaian sengketa Irian Barat.
Buku ini tidak hanya mengulas langkah-langkah diplomasi Indonesia menghadapi Belanda dalam sengketa Irian Barat, tetapi juga bertujuan memberi informasi dan paparan sekitar diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan integrasi Irian Barat dari kekuasaan Belanda. Selain itu, buku ini juga menggambarkan strategi dan taktik diplomat Indonesia dalam melakukan negosiasi untuk mempertahankan Irian Barat. Mereka adalah Muhammad Hatta, Soebandrio, Adam Malik, Soenaryo, dan Muhammad Roem. Pemikiran, gagasan, ide, serta aksi dari para diplomat dan negarawan yang berpikir keras untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi diplomat Indonesia di masa mendatang.
Buku ini tidak hanya mengulas langkah-langkah diplomasi Indonesia menghadapi Belanda dalam sengketa Irian Barat, tetapi juga bertujuan memberi informasi dan paparan sekitar diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan integrasi Irian Barat dari kekuasaan Belanda. Selain itu, buku ini juga menggambarkan strategi dan taktik diplomat Indonesia dalam melakukan negosiasi untuk mempertahankan Irian Barat. Mereka adalah Muhammad Hatta, Soebandrio, Adam Malik, Soenaryo, dan Muhammad Roem. Pemikiran, gagasan, ide, serta aksi dari para diplomat dan negarawan yang berpikir keras untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi diplomat Indonesia di masa mendatang.
Ketersediaan
#
Perpustakaan SMA Kolese Loyola Semarang
959.802 SIS i
000293-eB-0121
Tersedia
Lampiran Berkas
Rekomendasi Buku Lainnya
0 BukuTidak ada rekomendasi buku yang ditemukan.