Syarif Hidayat - Nama Orang; M. Soekarni - Nama Orang;
E-book Cowarmoka : Lembaga pengelolaan air bersih berbasis masyarakat di daerah karst
LIPI Press · 2019
Penilaian
0,0
dari 5Informasi Detail Buku
Penerbit
LIPI Press
Tahun Terbit
2019
Halaman
200 hlm
Bahasa
Indonesia
Klasifikasi
361.3
No. Panggil
361.3 HID c
Subjek
Sinopsis
Cowarmoka–Community Water Resources Management on Karst Area–merupakan pengelolaan air bersih berbasis masyarakat di daerah karst yang diprakarsai oleh tim peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Cowarmoka lahir dari rahim sebuah program pengelolaan air bersih yang sebelumnya sudah dicanangkan di Desa Ligarmukti, Kecamatan Klapanunggal, Bogor.
Oleh para peneliti LIPI, lembaga pengelolaan air bersih yang sudah ada di Desa Ligarmukti tersebut dikaji dan dievaluasi melalui serangkaian kegiatan uji laboratorium sosial dan juga beberapa kali focus group discussion (FGD), seminar serta workshop. Semua pendapat, masukan, dan kritik dari para panelis selama kegiatan berlangsung menjadi catatan tersendiri dalam menyempurnakan model yang dibuat.
Dari kegiatan pengujian yang berlangsung selama tiga tahun tersebut diperoleh gambaran bahwa model yang sebelumnya sudah dicanangkan ternyata memiliki kekurangan. Seluruh kegiatan dari hulu sampai hilir murni dikendalikan oleh pemerintah tanpa melibatkan masyarakat. Absennya peran masyarakat ini sering kali kemudian menimbulkan konflik sosial. Salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melahirkan model pengelolaan air bersih berbasis masyarakat yang disebut sebagai 'Cowarmoka'. Cowarmoka turut melibatkan peran aktif dan kreativitas masyarakat dalam mengelola air bersih di daerahnya. Tidak hanya cocok diterapkan di daerah karst, Cowarmoka ternyata juga cocok diterapkan di daerah-daerah yang kesulitan memperoleh air bersih.
Oleh para peneliti LIPI, lembaga pengelolaan air bersih yang sudah ada di Desa Ligarmukti tersebut dikaji dan dievaluasi melalui serangkaian kegiatan uji laboratorium sosial dan juga beberapa kali focus group discussion (FGD), seminar serta workshop. Semua pendapat, masukan, dan kritik dari para panelis selama kegiatan berlangsung menjadi catatan tersendiri dalam menyempurnakan model yang dibuat.
Dari kegiatan pengujian yang berlangsung selama tiga tahun tersebut diperoleh gambaran bahwa model yang sebelumnya sudah dicanangkan ternyata memiliki kekurangan. Seluruh kegiatan dari hulu sampai hilir murni dikendalikan oleh pemerintah tanpa melibatkan masyarakat. Absennya peran masyarakat ini sering kali kemudian menimbulkan konflik sosial. Salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melahirkan model pengelolaan air bersih berbasis masyarakat yang disebut sebagai 'Cowarmoka'. Cowarmoka turut melibatkan peran aktif dan kreativitas masyarakat dalam mengelola air bersih di daerahnya. Tidak hanya cocok diterapkan di daerah karst, Cowarmoka ternyata juga cocok diterapkan di daerah-daerah yang kesulitan memperoleh air bersih.
Ketersediaan
#
Perpustakaan SMA Kolese Loyola Semarang
361.3 HID c 000302-eB-0121
000302-eB-0121
Tersedia
Lampiran Berkas
Rekomendasi Buku Lainnya
0 BukuTidak ada rekomendasi buku yang ditemukan.