Okky Madasari - Nama Orang;
E-Book Entrok
PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA · 2010
Penilaian
4
dari 5Informasi Detail Buku
ISBN/ISSN
9789792255898
Penerbit
PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA
Tahun Terbit
2010
Halaman
288 hlm; 2,3 MB
Bahasa
Indonesia
Klasifikasi
899.2213
Edisi
Cet. 1
No. Panggil
899.2213 OKK e
Subjek
Sinopsis
Marni, perempuan Jawa buta huruf yang masih memuja leluhur. Melalui sesajen dia menemukan dewa-dewanya, memanjatkan harapannya. Tak pernah dia mengenal Tuhan yang datang dari negeri nun jauh di sana. Dengan caranya sendiri dia mempertahankan hidup. Menukar keringat dengan sepeser demi sepeser uang. Adakah yang salah selama dia tidak mencuri, menipu, atau membunuh?
Rahayu, anak Marni. Generasi baru yang dibentuk oleh sekolah dan berbagai kemudahan hidup. Pemeluk agama Tuhan yang taat. Penjunjung akal sehat. Berdiri tegak melawan leluhur, sekalipun ibu kandungnya sendiri.
Adakah yang salah jika mereka berbeda?
Marni dan Rahayu, dua orang yang terikat darah namun menjadi orang asing bagi satu sama lain selama bertahun-tahun. Bagi Marni, Rahayu adalah manusia tak punya jiwa. Bagi Rahayu, Marni adalah pendosa. Keduanya hidup dalam pemikiran masing-masing tanpa pernah ada titik temu.
Lalu bunyi sepatu-sepatu tinggi itu, yang senantiasa mengganggu dan merusak jiwa. Mereka menjadi penguasa masa, yang memainkan kuasa sesuai keinginan. Mengubah warna langit dan sawah menjadi merah, mengubah darah menjadi kuning. Senapan teracung di mana-mana.
Marni dan Rahayu, dua generasi yang tak pernah bisa mengerti, akhirnya menyadari ada satu titik singgung dalam hidup mereka. Keduanya sama-sama menjadi korban orang-orang yang punya kuasa, sama-sama melawan senjata.
Rahayu, anak Marni. Generasi baru yang dibentuk oleh sekolah dan berbagai kemudahan hidup. Pemeluk agama Tuhan yang taat. Penjunjung akal sehat. Berdiri tegak melawan leluhur, sekalipun ibu kandungnya sendiri.
Adakah yang salah jika mereka berbeda?
Marni dan Rahayu, dua orang yang terikat darah namun menjadi orang asing bagi satu sama lain selama bertahun-tahun. Bagi Marni, Rahayu adalah manusia tak punya jiwa. Bagi Rahayu, Marni adalah pendosa. Keduanya hidup dalam pemikiran masing-masing tanpa pernah ada titik temu.
Lalu bunyi sepatu-sepatu tinggi itu, yang senantiasa mengganggu dan merusak jiwa. Mereka menjadi penguasa masa, yang memainkan kuasa sesuai keinginan. Mengubah warna langit dan sawah menjadi merah, mengubah darah menjadi kuning. Senapan teracung di mana-mana.
Marni dan Rahayu, dua generasi yang tak pernah bisa mengerti, akhirnya menyadari ada satu titik singgung dalam hidup mereka. Keduanya sama-sama menjadi korban orang-orang yang punya kuasa, sama-sama melawan senjata.
Ketersediaan
#
Perpustakaan SMA Kolese Loyola Semarang
899.2213 OKK e 001115-eB-0122
001115-eB-0122
Tersedia
Lampiran Berkas
Komentar
1 komentar yang tersedia
Nathania Nandika Calluella pada 2024-03-28 13:00:44 tulis
Berlatar pada masa orde baru, buku ini menceritakan perkembangan situasi sosial dan politik pada masa itu yang dibungkus dengan kisah unik tokoh-tokohnya, terutama tokoh Marni. Perjuangan feminisme dan semangat spiritualitas yang selalu digaungkan oleh tokoh Marni menginspirasi pembaca, terutama perempuan untuk terus berdiri dan bertahan di tengah kerasnya kehidupan. Di tengah kerasnya kehidupan ini, manusia perlu merangkul dua hal: jiwanya dan kodratnya sebagai ciptaan Yang Maha Kuasa. Itulah yang membentuk manusia seutuhnya. “Tapi, bagaimana aku bisa menyembahMu kalau kita memang tidak pernah kenal?”-Entrok, hal 124.
Rekomendasi Buku Lainnya
0 BukuTidak ada rekomendasi buku yang ditemukan.