Simon Petrus L. Tjahjadi - Nama Orang;
Surviving the "Dai Nippon"
OBOR · 2018
Penilaian
0,0
dari 5Informasi Detail Buku
ISBN/ISSN
978-979-565-805-4
Penerbit
OBOR
Tahun Terbit
2018
Halaman
x, 358 hlm; 14 x 21 cm
Bahasa
Indonesia
Klasifikasi
270
Edisi
Cet. 2
No. Panggil
270 SIM s
Subjek
Sinopsis
Menyintas Dai Nippon
Kehidupan Gereja Katolik Indonesia pada zaman penjajahan Jepang ibarat lembaran buku sejarah yang hilang. Dibandingkan dengan narasi historis tentang Gereja Katolik pada umumnya yang sering tampil sebagai kisah gemilang tarekat misionaris Belanda dan tokohnya tempo doeloe, sejarah Gereja Katolik pada masa Jepang, belum terungkap lugas. Kalau pun ada cerita tentangnya, nada dasar yang dilantunkan di sana adalah kemuraman dan rasa pilu lantaran para misionaris asing ditawan, lalu misi pun jadi mandeg.
Tetapi jika demikian, muncul pertanyaan: Apakah sejarah Gereja Indonesia yang intinya memuat pewartaan Injil atau Kabar Sukacita harus diidentikkan dengan kisah tentang misi Belanda yang gemilang itu? Kalau Gereja sungguh Umat Allah, berhentikah gerak urat nadi Gereja Katolik Indonesia dengan ditawannya para misionaris, penggerak utama karya Gereja waktu itu? Mampukah umat menyintas (survive) cengkraman kekuasaan Jepang dan sistem represifnya? Manakah inspirasi yang bisa kita timba dari perjuangan umat Katolik pada masa sulit itu?
Buku ini merupakan buku pertama tentang Sejarah Gereja Katolik pada masa pendudukan Jepang Raya (Dai Nippon, 1942 - 1945), yang ditulis secara lugas, komprehensif dan sistematik, berdasarkan literatur mutakhir, termasuk sumber asli berbahasa Belanda dan Jepang.
Kehidupan Gereja Katolik Indonesia pada zaman penjajahan Jepang ibarat lembaran buku sejarah yang hilang. Dibandingkan dengan narasi historis tentang Gereja Katolik pada umumnya yang sering tampil sebagai kisah gemilang tarekat misionaris Belanda dan tokohnya tempo doeloe, sejarah Gereja Katolik pada masa Jepang, belum terungkap lugas. Kalau pun ada cerita tentangnya, nada dasar yang dilantunkan di sana adalah kemuraman dan rasa pilu lantaran para misionaris asing ditawan, lalu misi pun jadi mandeg.
Tetapi jika demikian, muncul pertanyaan: Apakah sejarah Gereja Indonesia yang intinya memuat pewartaan Injil atau Kabar Sukacita harus diidentikkan dengan kisah tentang misi Belanda yang gemilang itu? Kalau Gereja sungguh Umat Allah, berhentikah gerak urat nadi Gereja Katolik Indonesia dengan ditawannya para misionaris, penggerak utama karya Gereja waktu itu? Mampukah umat menyintas (survive) cengkraman kekuasaan Jepang dan sistem represifnya? Manakah inspirasi yang bisa kita timba dari perjuangan umat Katolik pada masa sulit itu?
Buku ini merupakan buku pertama tentang Sejarah Gereja Katolik pada masa pendudukan Jepang Raya (Dai Nippon, 1942 - 1945), yang ditulis secara lugas, komprehensif dan sistematik, berdasarkan literatur mutakhir, termasuk sumber asli berbahasa Belanda dan Jepang.
Ketersediaan
#
Perpustakaan SMA Kolese Loyola Semarang
270 SIM s 000199-S-0122
000199-S-0122
Tersedia
Rekomendasi Buku Lainnya
0 BukuTidak ada rekomendasi buku yang ditemukan.