Dedy SUSANTO - Nama Orang;
Pemulihan jiwa 5 : Semakin aku mengerti, semakin aku ikhlas dan tenang
Gramedia · 2014
Penilaian
0,0
dari 5Informasi Detail Buku
ISBN/ISSN
978-602-03-0499
Penerbit
Gramedia
Tahun Terbit
2014
Halaman
177 hlm.; illus. 15 x 21 cm
Bahasa
Indonesia
Klasifikasi
155.25
Edisi
cet. 1
No. Panggil
155.25 SUS p
Sinopsis
Semakin Aku Mengerti, Semakin Aku Ikhlas dan Tenang
Hidupku dan masa depanku amatlah berharga dan penting. Aku letakkan semua pikiran dan perasaan yang tak penting, yang jelas-jelas tidak bermanfaat. Aku letakkan dengan ikhlas agar ringan langkahku, agar lega jiwaku. Inilah diriku yang sesungguhnya. Diri yang tenang dan bahagia. Meletakkan dan meninggalkan “beban” yang tak perlu adalah wujud paling nyata rasa sayangku pada diri yang kucintai ini.
Jauh dalam batinku, aku melihat diriku yang sejati, diri yang bersyukur, diri yang tenang, diri yang ikhlas. Itulah diriku yang sesungguhnya. Betapa senangnya bisa menjadi diri seperti itu. Setiap rasa sakit, setiap masalah, setiap penderitaan adalah kesempatan paling indah untuk bertemu dengan-Mu, sang penciptaku. Aku bisa menemukan pemelajaran, makna keikhlasan, dan penyerahan. Aku bersyukur bisa benar-benar menyadari hal ini. Aku bersyukur bahwa aku ternyata Engkau karuniai pengertian dan kesadaran yang suci tentang makna hidup yang sesungguhnya, yaitu penerimaan.
Aku menerima diriku. Aku menerima semua penderitaan yang memang harus terjadi. Aku menerima semua rasa kecewa yang memang harus terjadi. Aku menerima rasa lemah yang memang diizinkan. Itu semua ternyata membawa kemuliaan. Pikiran biasa tak sanggup memahaminya. Hanya hati yang penuh penyerahan dan keikhlasan yang mampu memahaminya. Aku bersyukur aku diizinkan termasuk orang yang Engkau karuniai pengertian dan kesadaran ini, sehingga pada kondisi seperti apa pun aku tetap bisa bersyukur, tenang, bahkan tetap penuh kebahagiaan. Tampaknya agak mustahil bagi logika biasa, tapi pada saat ini aku bisa merasakan kedamaian, ketenangan, bebas dari kemelekatan, bebas dari keinginan yang sia-sia, dan bebas dari kemarahan yang tak perlu terjadi. Terima kasih Tuhan, hatiku tenang.
Buku ini lahir dari puluhan ribu jam praktik terapi yang dilakukan Dedy Susanto kepada kliennya agar bisa kembali mendapat jalan terang serta meraih kebahagiaan dan kesuksesan. Dilengkapi ratusan tweet motivasional dan penyembuh jiwa dari akun @pemulihanjiwa yang memiliki lebih dari 1.000.000 follower.
Hidupku dan masa depanku amatlah berharga dan penting. Aku letakkan semua pikiran dan perasaan yang tak penting, yang jelas-jelas tidak bermanfaat. Aku letakkan dengan ikhlas agar ringan langkahku, agar lega jiwaku. Inilah diriku yang sesungguhnya. Diri yang tenang dan bahagia. Meletakkan dan meninggalkan “beban” yang tak perlu adalah wujud paling nyata rasa sayangku pada diri yang kucintai ini.
Jauh dalam batinku, aku melihat diriku yang sejati, diri yang bersyukur, diri yang tenang, diri yang ikhlas. Itulah diriku yang sesungguhnya. Betapa senangnya bisa menjadi diri seperti itu. Setiap rasa sakit, setiap masalah, setiap penderitaan adalah kesempatan paling indah untuk bertemu dengan-Mu, sang penciptaku. Aku bisa menemukan pemelajaran, makna keikhlasan, dan penyerahan. Aku bersyukur bisa benar-benar menyadari hal ini. Aku bersyukur bahwa aku ternyata Engkau karuniai pengertian dan kesadaran yang suci tentang makna hidup yang sesungguhnya, yaitu penerimaan.
Aku menerima diriku. Aku menerima semua penderitaan yang memang harus terjadi. Aku menerima semua rasa kecewa yang memang harus terjadi. Aku menerima rasa lemah yang memang diizinkan. Itu semua ternyata membawa kemuliaan. Pikiran biasa tak sanggup memahaminya. Hanya hati yang penuh penyerahan dan keikhlasan yang mampu memahaminya. Aku bersyukur aku diizinkan termasuk orang yang Engkau karuniai pengertian dan kesadaran ini, sehingga pada kondisi seperti apa pun aku tetap bisa bersyukur, tenang, bahkan tetap penuh kebahagiaan. Tampaknya agak mustahil bagi logika biasa, tapi pada saat ini aku bisa merasakan kedamaian, ketenangan, bebas dari kemelekatan, bebas dari keinginan yang sia-sia, dan bebas dari kemarahan yang tak perlu terjadi. Terima kasih Tuhan, hatiku tenang.
Buku ini lahir dari puluhan ribu jam praktik terapi yang dilakukan Dedy Susanto kepada kliennya agar bisa kembali mendapat jalan terang serta meraih kebahagiaan dan kesuksesan. Dilengkapi ratusan tweet motivasional dan penyembuh jiwa dari akun @pemulihanjiwa yang memiliki lebih dari 1.000.000 follower.
Ketersediaan
#
Perpustakaan SMA Kolese Loyola Semarang
155.25 SUS p 007800-B-0115
007800-B-0115
Tersedia
Rekomendasi Buku Lainnya
0 BukuTidak ada rekomendasi buku yang ditemukan.