Sigit Aris Prasetyo - Nama Orang; Faried Wijdan - Nama Orang;
Bung Karno dan revolusi mental
Imania · 2017
Penilaian
0,0
dari 5Informasi Detail Buku
ISBN/ISSN
9786027926379
Penerbit
Imania
Tahun Terbit
2017
Halaman
378 hlm.; illus. 14 x 21 cm
Bahasa
Indonesia
Klasifikasi
923.1
Edisi
cet. 1
No. Panggil
923.1 PRA b
Subjek
Sinopsis
Bung Karno memimpikan bangsanya bersemangat elang perkasa, ia mencitacitakan rakyatnya menjadi manusia baru yang berhati putih, berkemauan baja, berjiwa api yang menyala-nyala. Sang Putera Fajar seolah-olah juga tidak pernah mengenal lelah untuk membangunkan, menyadarkan kembali, menggembleng manusia Indonesia agar bangun, tegak berdiri, tegap melangkah mewujudkan Indonesia jaya, yang salah satunya dengan menggelorakan suatu perubahan besar mentalitas, sebuah Gerakan Hidup Baru yang disebutnya sebagai "Revolusi Mental."
Revolusi mental pada hakikatnya adalah sebuah ajakan perubahan, perbaikan menuju kebaikan dan meninggalkan segala penyakit mentalitas yang mengerogoti mentaliteit anak bangsa, baik di masyarakat maupun kalangan pemerintahan. Revolusi mental menurut Bung Karno menghendaki manusia Indonesia untuk meninggalkan kemalasan, korupsi, individualisme, ego-sentrisme, ketamakan, keliaran, kekoboian, kemesuman, keinlanderan, dan menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya, menjadi Manusia Pembina.
Jauh sebelum menggelorakan revolusi mental, Bung Karno telah melakukan revolusi mental untuk dirinya sendiri. Ia telah menggembleng jiwa dan raganya terlebih dahulu untuk menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya, pemimpin bagi rakyatnya, nasionalis unggul, dan penyambung lidah rakyat Indonesia. Kemudian, ia berupaya keras membangun dan menggembleng mentalitas bangsanya agar menjadi manusia paripurna, sebaliknya tidak menjadi bangsa kuli atau menjadi kuli bangsa-bangsa lain "een natie van koelies, en een koelie onder de naties."
Buku ini menguak dan menjlentrehkan revolusi mental dengan melihat sisi-sisi humanisme Bung Karno melalui ucapan, tindakan, dan kehidupan keseharian sang Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.
Revolusi mental pada hakikatnya adalah sebuah ajakan perubahan, perbaikan menuju kebaikan dan meninggalkan segala penyakit mentalitas yang mengerogoti mentaliteit anak bangsa, baik di masyarakat maupun kalangan pemerintahan. Revolusi mental menurut Bung Karno menghendaki manusia Indonesia untuk meninggalkan kemalasan, korupsi, individualisme, ego-sentrisme, ketamakan, keliaran, kekoboian, kemesuman, keinlanderan, dan menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya, menjadi Manusia Pembina.
Jauh sebelum menggelorakan revolusi mental, Bung Karno telah melakukan revolusi mental untuk dirinya sendiri. Ia telah menggembleng jiwa dan raganya terlebih dahulu untuk menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya, pemimpin bagi rakyatnya, nasionalis unggul, dan penyambung lidah rakyat Indonesia. Kemudian, ia berupaya keras membangun dan menggembleng mentalitas bangsanya agar menjadi manusia paripurna, sebaliknya tidak menjadi bangsa kuli atau menjadi kuli bangsa-bangsa lain "een natie van koelies, en een koelie onder de naties."
Buku ini menguak dan menjlentrehkan revolusi mental dengan melihat sisi-sisi humanisme Bung Karno melalui ucapan, tindakan, dan kehidupan keseharian sang Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.
Ketersediaan
#
Perpustakaan SMA Kolese Loyola Semarang
923.1 PRA b 008194-B-0118
008194-B-0118
Tersedia
Rekomendasi Buku Lainnya
0 BukuTidak ada rekomendasi buku yang ditemukan.