William, sang penunggang kuda yang kerap meraih gelar juara. Dia mendapatkan kasih sayang penuh dari ayahnya serta memiliki kekasih dan teman-teman yang selalu ada untuknya. Namun, di balik kesempurnaan itu, hidupnya tidak baik-baik saja. Dia menyimpan luka akibat kebencian ayahnya pada Alexander-saudara kembarnya-karena suatu alasan. Bagi William, Alexander adalah separuh jiwanya. Mereka saliā¦