Text
Bertindak dengan Hati
Tak seorang pun siap ketika Covid-19 datang. Reaksi manusia: gagap, panik, marah, atau tak berdaya. Berbeda dari bencana lain, wabah ini tidak kasat mata dan menyasar siapa pun. Tak ada yang bisa memprediksi sampai kapan. Seluruh kecanggihan pertahanan manusia melawan aneka bencana selama ini, tidak berdaya. Tanpa disadari, wabah ini membuka kerapuhan manusia yang selama ini tertutupi oleh keangkuhannya dengan segala capaiannya. Seolah manusia harus mengikuti tuntutan Covid-19. Di seluruh dunia, dengan rasa cemas manusia mengubah pola hidup, cara berelasi, cara bekerja, cara berorganisasi, dan seterusnya. Agama yang biasa menjadi pembawa damai dan keakraban kini kehilangan tajinya. Semua praktik beragama selama ini pun berubah. Ibadat streaming dan online menjadi lumrah sekaligus membuat banyak orang bingung kehilangan habitat rohaninya. Kepahitan seperti pandemi menyadarkan bahwa bangunan kehidupan yang megah ini ternyata keropos dari dalam. Alam batin dan hati manusia yang selama ini terpinggirkan sekarang lemas lunglai ketika harus menghadapi ancaman yang tak bisa dilawan dengan otak atau kekuatan otot. Stamina batin manusia rapuh di hadapan ancaman kehidupan.
Tidak tersedia versi lain