Gambaran pertobatan manusia di hadapan Allah lahir dari perjumpaan yang tampaknya tak berarti dengan sebuah poster yang menyajikan detail lukisan karya Rembrandt, "Kembalinya Si Anak Hilang". Berangkat dari kisah itu, Nouwen merenungkan perjalanan pertobatan personalnya yang bisa dibagikan kepada orang lain.
Gereja menyatakan bahwa Ekaristi adalah sumber dan puncak seluruh kehidupan umat Kristiani. Pernyataan ini pastilah dimengerti dan dialami dengan cara dan intensitas yang berbeda-beda. Yang pasti, setiap kali mengikuti perayaan Ekaristi, hidup kita diharapkan menjadi makin ekaristis. Dalam buku ini, penulis seperti biasanya memberikan pemaknaan Ekaristi yang amat khas, amat pribadi, dan menyang…
Masyarakat modern ditandai dengan kemajuan peradaban ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, di sisi lain, ternyata peradaban modern menghasilkan masyarakat yang menderita secara psikologis. Dunia modern ditandai oleh masyarakat yang impersonal, orang-orang yang kurang harapan, yang menderita kesepian, terasing, tercabut dari akar budaya maupun pribadinya, cemas dan gelisah, gampang lari dari ke…
Dalam jurnal perjalanannya di Bolivia dan Peru, Nouwen merenungkan kehadiran Tuhan dalam diri orang miskin, tantangan gereja yang dianiaya, hubungan antara iman dan keadilan, dan perjuangannya sendiri untuk melihat jalan di mana Tuhan memanggilnya. "Nouwen menempatkan rasa ingin tahunya yang tak ada habisnya dan rasa lapar untuk pengalaman religius dengan senang hati melayani para penonton di s…
Berangkat dari lukisan Rembrandt berjudul "Kembalinya Si Anak Hilang", Nouwen mengajak kita merefleksi diri dan bercermin pada kisah "Perumpamaan tentang anak yang hilang" (Luk 15:11-32). Hidup pribadi Nouwen sendiri adalah wujud laku tobatnya, wujud usahanya untuk membiarkan diri dijumpai oleh Allah. Pengalaman pertobatan itulah yang diuraikan dalam buku ini. Di dalamnya tergabung kekayaan dan…