Di masa perang, mencintai bisa menjadi bentuk perlawanan paling berbahaya. Pada 1943 di kampung Kulitan kota S, Avifah kehilangan banyak hal: ayahnya, masa depannya, dan hak untuk memilih hidupnya sendiri. Dia dicintai, tapi oleh orang yang salah dan pada waktu yang salah. Ali mencintainya dengan keberanian, sedangkan Baruji mencintainya dengan kesabaran.
Cinta mengira kehidupan SMA-nya bakal tenang-tenang aja. Sayangnya, nggak demikian. Cewek itu mesti tampil pada malam keakraban yang diadakan OSIS dan jadi sekretaris di kelasnya. Yang bikin tambah kelabakan, dia harus menghadapi Jason, ketua kelas yang temperamental. Akan tetapi, siapa sangka ternyata Jason perhatian sama Cinta? Bahkan lama-lama Cinta merasa Jason nggak semenyebalkan itu. Nam…