Text
Allah yang Lain dalam Kitab Ayub
"Apabila kita melakukan kebaikan maka Allah akan mengganjar kita dengan kebahagiaan dan kesejahteraan. Tetapi sebaliknya apabila kita berbuat salah atau dosa maka Allah akan menghukum kita dengan ujian atau penderitaan."
Apakah pandangan ini benar? Apakah pandangan ini masih sesuai dengan zaman sekarang? Apabila seseorang bahagia dan sejahtera, apakah itu berarti ia selalu bertindak benar di hadapan Tuhan? Jika seseorang selalu menderita dan sengsara, apakah ia sedang dihukum oleh Allah karena perbuatannya yang jahat?
Tidak tersedia versi lain