Text
Seni Berdamai dengan Kenyataan Hidup
Ibarat mengendarai sepeda, kita mengayuh, mengendalikan stang, dan mengontrol rem. Ke mana sepeda akan pergi, kitalah yang mengarahkannya. Begitulah metafora kehidupan ini. Namun, benarkah hidup hanya seperti itu? Pernahkah terbersit dalam pikiran untuk mengendarai sepeda layaknya atlet-atlet sepeda gunung sembari melakukan manuver atau bahkan melewati rintangan yang tak sembarang orang mampu mengatasinya?
Tidak tersedia versi lain