Naraya Atmaja mewarisi toko buku bekas dari orang yang paling ia benci; ayah kandungnya. Namun, bangunan itu justru melemparnya ke tahun 1995 -- Ketika orang tuanya masih muda, naif, dan baru saling jatuh cinta. Naraya yakin perjalanan waktu ini adalah kesempatannya untuk mengubah takdir agar hidup dan Ibu tidak lagi berakhir dalam duka.